Kisah Cinta Berujung Maut dan Bui (10)

Pemula mulai disini akan diajari cara bisnis internet

sebuah sumber Berita Kota mengungkapkan, terdapat konspirasi dan motif lain terhadap kasus pembunuhan Nasrudin. Konspirasi tersebut, kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya ini, adanya keterkaitan antara SHW, Antasari dan Nasrudin untuk mengamankan sebuah kasus dugaan korupsi di Departemen Sosial (Depsos) yang akan dilaporkan ke KPK.

“Diduga telah terjadi korupsi terhadap dana rehabilitasi Aceh pasca bencana tsunami, yakni dana untuk pengadaan rumah dan dana untuk pembelian mesin jahit guna pelatihan kerja bagi para korban tsunami Aceh”, tuturnya.

Kala itu, kasus korupsi yang melibatkan Depsos itu rencananya akan dilaporkan oleh Nasrudin Zulkarnaen, karena dia memiliki sejumlah bukti. Sigid sendiri adalah pemasok mesin jahit dan alat-alat perumahan dalam proyek itu.

Sigid lantas menyerahkan uang Rp 25 miliar kepada Nasrudin sebagai uang tutup mulut agar kasus ini tidak dilaporkan. “Uang tutup mulut itu ternyata dinikmati sendiri oleh Nasrudin, tidak dibagi-bagi. Hal itulah yang diduga kuat menjadi biang kekesalan Antasari. Hingga akhirnya muncullah rekaman perbincangan antara Antasari dan Rani. Rekaman tersebut kemudian dijadikan oleh Nasrudin untuk menekan Antasari”, papar sumber Berita Kota.

Ketika masalah ini dikonfirmasikan, Umar Husani mengaku tidak tahu dan menandaskan jika kliennya tidak mengenal Nasrudin Zulkarnaen.
Sementara itu, pada Kamis kemarin beredar pesan singkat (Short Mesage Service SMS) yang ditujukan kepada Ibu Negara. SMS tersebut berisi agar polisi menangkap seorang pengusaha berinisial T, karena diduga terlibat dalam pembunuhan Nasrudin. Peran salah seorang pengusaha kelas kakap di Indonesia adalah sempat meminta Kapolri agar tidak menangkap Antasari, sesaat setelah Antasari disebut-sebut terlibat pembunuhan.

Sedangkan Muhammad Assegaf, kuasa hukum Antasari Azhar yang lain, meminta agar polisi segera mengumumkan motif dibalik penembakan Nasrudin. Setelah kliennya diperiksa selama tiga hari, polisi seharusnya sudah mengetahui motifnya.
“Polisi harus membuktikan motif ini. Sampai sekarang, pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada klien saya tidak ada soal motif. Saya tidak tahu kalau polisi memiliki bukti lain”, ujar M Assegaf.

Padahal, tambah pengacara yang pernah membela mantan Presiden Soeharto ini, motif harus ada dalam setiap dakwaan pembunuhan berencana. Tanpa motif, tuduhan itu tidak beralasan. “Dalam proses perkara terhadap seseorang yang didakwa membunuh secara berencana, orang itu harus punya motif. Berbeda dengan pembunuhan biasa”, tandasnya.

Terkait perselingkuhan dan pemerasan yang selama ini disebut-sebut menjadi alasna di balik penembakan Nasrudin, Assegaf membantahnya. “Perselingkuhan itu terjadi mana? Itu dibantah sama Pak Antasari. Pertemuan di hotel itu kan hanya sebentar, lalu Nasrudin masuk”, tegas Assegaf.

Pemula mulai disini akan diajari cara bisnis internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: