Kisah Cinta Berujung Maut dan Bui (3)

Semua bisa asal serius bisnis internet

Dugaan keterlibatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar terkait terbunuhnya Nasrudin Zulkarnaen disampaikan kuasa hukum keluarga Nasrudin, Jeffry Lumempouw. Jeffry meminta kasus pembunuhan sadis ini tidak dialihkan ke hal-hal yang berbau politis.

Jeffry tidak memungkiri bila pembunuhan Nasrudin dilatarbelakangi masalah perempuan. “Istri ketiga Nasrudin yang bernama Tika (Rani Juliani)  diganggu Antasari,” kata Jeffry ketika dihubungi Tempo, Jumat (1/5).

Atas gangguan itu, Nasrudin berencana mem-blow up ke masyarakat. Namun, Antasari meminta agar Nasrudin mengurungkan niatnya itu.

Permintaan Antasari itu disampaikan via pesan singkat. Menurut Jeffry, dalam SMS itu Antasari meminta agar masalah perempuan di antara Nasrudin dan dirinya tidak dibeberkan ke khalayak. “Adanya SMS Antasari itu mengarah kepada peringatan buat Nasrudin,” ujar Jeffry.

Jeffry sendiri mengaku telah membaca SMS Antasari yang dia dapat dari penyidik pasca terbunuhnya Nasrudin pada 14 Maret lalu.+++

Antasari Tersangka Kasus Pembunuhan Nasruddin

Kejaksaan Agung menyatakan telah melakukan cegah-tangkal (cekal) terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar. Pencekalan itu terkait ditetapkannya Antasari sebagai tersangka kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen. “Ini permintaan kepolisian,” kata Jaksa Agung Muda Intelijen Wisnu Subroto di kantornya, Jumat (1/5).

Menurut Wisnu, setelah menerima permohonan pencekalan dari polisi tadi siang, Kejaksaan langsung meneruskannya ke Direktorat Jenderal Imigrasi. “Pencekalannya resmi mulai hari ini,” kata Wisnu.

Nasruddin Zulkarnaen ditembak di dalam mobilnya oleh orang tak dikenal seusai bermain golf pada 14 Maret lalu. Dia meningga 22 jam kemudian. Polisi sendiri telah menangkap sembilan tersangka kasus ini. Di antaranya, pengusaha media Sigid Haryo Wibisono. Dalam pemeriksaan, polisi menemukan indikasi keterlibatan Antasari dalam kasus ini.

Lebih jauh, karena melibatkan Antasari yang notabene adalah pejabat negara, dia meminta pihak kepolisian tetap fokus ke proses penyidikan. “Jangan dialihkan ke unsur-unsur yang berbau politis,” katanya.

Alasannya, kata dia, ini menyangkut supremasi hukum. Siapa pun yang terlibat, kata dia, harus mendapat konsekuensi hukum yang setimpal. “Tidak ada yang kebal hukum, meskipun dia pejabat negara,” imbuh Jeffry +++

Rani, Cewek Simpanan Nasrudin Menghilang

Rani Juliani, yang pernah disebut polisi sebagai Tika, menghilang. Rumah bercat putih yang ditinggali Rani bersama orangtuanya di RT 01/04 Kampung Kosong, Kelurahan Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, tertutup rapat.

Menurut tetangga sekitar, Bonggo, sejak kematian Nasrudin Zulkarnain, 41, Diretur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) yang ditembak pada medio Maret lalu di Modern Land, Rani tak pernah terlihat di rumahnya.

“Sejak itu menghilang, keluarganya juga tidak lagi tinggal di sini,” kata Bonggo.

Sejumlah warga mengatakan kalau Rani adalah wanita supel. Wajahnya yang oriental dan berkulit bersih membuat lelaki gampang terpikat, termasuk Nasrudin yang di lingkungan warga dikenal dengan sebutan Pak Zul.

Menurut Siti Aisah, warga sekitar, Zul dulu kerap datang ke rumah Rani. “Ya dengan mobil BMW silver itu,” katanya. Bisik-bisik warga mengatakan Zul menikahi Rani secara siri pada tahun 2007 silam.

Siapa Rani sebenarnya tidak ada warga yang tahu pasti. Dia dan keluarganya memang bukan penduduk asli di Panunggangan. “Kabarnya dari Serang,” kata seorang warga kepada Tempo, Jumat (1/5).

Sepenggal cerita tentang Rani didapat dari Iwan Suriawijaya, Direktur di PT Modern Land TBK, pengembang perumahan Modern Land dan pengelola Padang Golf Modern. Kepada Tempo, Iwan mengakui kalau Rani berprofesi sebagai caddy (pemungut bola golf).

“Tapi sekarang sudah keluar, dia bukan pegawai di Padang Golf,” kata Iwan. Karena telah keluar itulah, maka pihaknya tidak lagi menyimpan foto Rani.

“Saya tidak hafal wajahnya, caddy di sini berjumlah ratusan orang, tidak hafal satu-persatu,” ujar Iwan.

Nasruddin sendiri, menurut Iwan, menjadi member di Padang Golf Modern sejak tiga tahun silam. Iwan juga mengatakan Antasari Azhar, Ketua KPK yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Nasruddin, juga menjadi member di sana.

“Tapi soal keduanya apakah pernah bermain golf bersama saya tidak tahu,” kata Iwan.

Iwan juga tak mengetahui kedekatan Rani dengan Nasrudin maupun dengan Antasari. Hanya Tempo memperoleh cerita dari istri kedua Nasrudin, Arinda Irawati, kalau suaminya bermain golf pada hari Sabtu dan Minggu.

“Tapi bisa every day, bicara bisnis juga sambil main gof,” katanya dua hari setelah kematian suaminya.

Arinda, bekas pramugari Garuda itu, mengatakan tidak tahu siapa saja kolega suaminya. “Kami berkomitmen sejak awal pernikahan tidak membicarakan persoalan pekerjaan di rumah,” ujarnya.

Sumber Tempo, seorang perwira polisi di Polres Metro Tangerang, menyebutkan bahwa Nasrudin memang suka dengan para wanita cantik di Padang Golf Modern. Kepada penyidik sejumlah caddy mengakui Nasrudin pernah menggoda mereka. Bahkan Nasrudin juga meminta nomor telepon salah seorang caddy, teman Rani, dan memintanya menemani bermain golf.

Rani juga disebut-sebut dikuliahkan Nasrudin di STIMIK Raharja Cikokol, tak jauh dari Modern Land. Tapi Direktur STIMIK Rahardja, Abbas Sunarya, saat dihubungi Tempo secara terpisah, belum mengetahui apakah Rani itu mahasiswanya atau tidak.

“Saya sedang cek ke direktur akademik, nama Rani jumlahnya kan banyak,” kata Abbas.

Sosok Rani memang misterius kini. Ia merupakan saksi penting dalam perkara pembunuhan Nasrudin. Jika benar motif penembakan Nasrudin adalah wanita dan bisnis, maka bukan tidak mungkin dialah yang diperebutkan.+++

Keluarga Nasrudin Desak Antasari Segera Ditahan

Penasehat Hukum keluarga Nasrudin Zulkarnaen, Jeffry Lumempouw, mendesak kepolisan segera menahan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (non aktif), Antasari Azhar yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran itu. “Kasus ini harus segera diproses, jangan sampai tertunda-tunda,” katanya melalui sambungan telepon Sabtu (02/05).

Jeffri menambahkan penahanan diperlukan agar proses penyidikan segera dapat dilangsungkan. Penahanan itu, kata dia, dapat mencegah kekhawatiran tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Kasus pembunuhan Nasrudin, lanjut Jeffri, diminta tidak ditunggangi muatan politis apa pun. “Semua dimata hukum sama, tidak ada yang kebal hukum,” katanya. Kasus ini, kata dia, merupakan kasus pembunuhan murni yang dilakukan secara tidak wajar dan sadis.

Sebelumnya, Senin (01/05) lalu, sekitar pukul 22.15 WIB, Antasari Azhar keluar rumahnya di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang. Ketua KPK ini dengan kawalan beberapa orang menggunakan mobil Elantra B 8693 E, berhasil mengelabui wartawan keluar komplek perumahan. Sampai saat ini tidak diketahui kemana Antasari pergi.++++

Penembakan Nasrudin Terapkan Skenario Kedua

PembunuhanTEMPO Interaktif, Surakarta: Bos PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang tewas tertembak pada 14 Maret lalu, sebelumnya pernah mengalami upaya pembunuhan. Menurut salah satu anggota anggota tim advokasi keluarga Nasrudin, Boyamin Saiman, upaya itu diperkirakan berlangsung dua hari sebelum kliennya dieksekusi usai main golf di Modernland, Kota Tangerang.

“Dugaan tersebut muncul berdasarkan temuan tim advokasi bahwa dua hari sebelumnya korban sempat ditabrak sepeda motor dari belakang dua hari sebelum dibunuh. Penabrakan tersebut terjadi di salah satu ruas jalan di Jakarta,” ungkap Boyamin, Sabtu (2/5).

Saat itu, menurut Boyamin, Nasrudin bersama sopirnya tidak sempat turun dari mobil karena berada di jalanan yang sepi. Setelah gagal menembak, pengemudi motor yang menabrak mobil korban segera meninggalkan kabur. Tim advokasi menganalisa bahwa penembakan tersebut merupakan skenario kedua setelah rencana pertama gagal. “Mereka waktu itu berharap korban keluar dari mobil sehingga memudahkan proses pembunuhan,” kata Boyamin.

Skenario tersebut, kata Boyamin, cukup masuk akal, mengingat pelaku merupakan orang sipil yang tidak memiliki keterampilan menembak. “Sulit untuk menembak dalam keadaan kendaraan berjalan,” kata Boyamin. Setelah gagal di skenario pertama, komplotan pembunuh kemudian melanjutkan usahanya dua hari kemudian. Untuk mempermudah, sebuah kendaraan jenis Avansa dikerahkan untuk memperlambat laju kendaraan yang ditumpangi oleh Nasrudin.

Eksekutor yang H dan E kini menjadi bagian dari sembilan tersangka kasus pembunuhan Nasrudin. Selain mereka ada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar dan Sigid Haryo Wibisono, bos perusahaan yang menerbitkan harian Merdeka.

Formasi penembakan, korban yang naik BMW B-0191-E dikejar saat melaju di dekat Danau Modernland Cikokol. Sebuah mobil Avanza berjalan melambat di depannya. Tiba-tiba dari arah belakang dua orang naik motor dan menembak Nasrudin yang duduk di jok belakang kiri. Peluru menembus kaca mobil, kemudian menerjang kepala korban. Nasrudin dilarikan ke Rumah Sakit Gatoro Subroto, esoknya ia meninggal. +++

Mobil Ekskutor Nasrudin Angkut Uang Rp 10 Miliar

Anggota tim advokasi keluarga Nasrudin Zulkarnaen, Boyamin Saiman, mengungkapkan, eksekutor menjalankan tugas menghabisi nyawa Nasrudin karena termakan doktrin. Salah satu doktrinya dari pemberi perintah, Nasrudin orang yang membahayakan negara.

Sehingga, kata Boyamin, eksekutor menjadi yakin dalam menjalankan tugas ada misi “membela” negara. Apalagi salah satu kendaraan yang digunakan untuk membawa logistik memakai plat nomor kendaraan dinas (plat merah). “Termasuk membawa uang Rp 10 miliar yang digunakan untuk biaya operasi tersebut,” kata Boyamin yang juga merupakan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Sabtu (2/5).

Namun, kata dia, usai menembak bos PT Putra Rajawali Banjaran, kedua eksekutor merasa dijauhi oleh kelompok yang memerintah. “Sudah tidak pernah dilibatkan dalam rapat,” kata Boyamin. Karena merasa terancam keselamatannya, kedua pelaku memilih menyerahkan diri ke kepolisian.

“Dari penelusuran kami, kekhawatiran tersebut sangat beralasan,” kata Boyamin. Karena itu, dirinya meminta agar penjagaan bagi kedua eksekutor tersebut diperketat dan terpisah dengan tahanan lain. Ia minta penembak Nasrudin yang berinisal H dan E ditahan di Markas Brimob.

H dan E memgeksekusi Nasrudin pada 14 Maret, ketika korban usai golf di Modernland, Kota Tangerang. Formasi penembakan, korban yang naik BMW B-0191-E dikejar saat melaju di dekat Danau Modernland Cikokol. Sebuah mobil Avanza berjalan melambat di depannya. Tiba-tiba dari arah belakang dua orang naik motor dan menembak Nasrudin yang duduk di jok belakang kiri.

Peluru menembus kaca mobil, kemudian menerjang kepala korban. Nasrudin dilarikan ke Rumah Sakit Gatoro Subroto, esoknya ia meninggal. Kasus ini kemudian menyeret sembilan orang tersangka, di antaranya orang penting yaitu Ketua KPK Antasari Azhar dan Sigid Haryo Wibisono, bos perusahaan yang menerbitkan harian Merdeka.++++

Kepolisian Dinilai Tertutup soal Kasus Antasari

Ketua Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia, Hasril Hertarto, menilai Kepolisian cenderung tertutup dalam mengumumkan status tersangka Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar. Indikatornya, pengumuman status tersangka itu dilakukan oleh Kejaksaan. “Kepolisian terkesan cuci tangan dalam penetapan kasus tersangka Antasari,” kata Hasril saat dihubungi Tempo, Sabtu (2/5).

Seharusnya, kata Hasril, Kepolisian langsung mengumumkan begitu menetapkan status tersangka. Apalagi, Antasari merupakan pejabat tinggi negara. “Pengumuman penetapan status tersangka ini menjadi penting karena dia (Antasari) pejabat publik,” katanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kejaksaan Agung menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dari Kepolisian. Isinya, penyidik sedang mengusut kasus pembunuhan Nasrudin, dan salah satu tersangka adalah Antasari Azhar.

Hasril menduga ketertutupan Kepolisian ini merupakan bagian dari rivalitas antara lembaga yang dipimpin Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dengan Kejaksaan Agung. Selama ini, kata dia, ada perseteruan laten antara Kejaksaan dengan Kepolisian. Misalnya, dulu Ketua KPK adalah Taufiqurachman Ruki yang berasal dari Kepolisian. Sedangkan sekarang Ketua KPK dijabat oleh Antasari yang berasal dari Kejaksaan. Rivalitas lain, Hasril melanjutkan, dalam pembahasan Rancangan Undang-undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana, posisi Kepolisian diletakkan di bawah Kejaksaan.

Menurut Hasril, keanehan juga terjadi dalam penetapan cegah-tangkal atau cekal untuk Antasari oleh Kejaksaan. Cekal itu, kata Hasril, terlalu cepat dilaksanakan. “Untuk kasus lain, agak sulit melaksanakan pencekalan,” katanya.
Pemula mulai disini akan diajari cara bisnis internet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: