Kisah Cinta Berujung Maut dan Bui (2)

Mau tahu Cinta segitiga dan asmara Rani Juliani, Antasari Azhar yang ketua KPK dan Nasrudin Zulkarnain semua ada disini. Penembakan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen tampak telah dirancang sedemikian rupa. Asmara, pemerasan dan bau anyir darah bercampur baur bak novel kriminal.

“Awalnya AA tertangkap tangan oleh Nasrudin sedang berkencan di sebuah hotel di Makassar dengan seorang perempuan yang disebut-sebut berinisial Ran,” kata sumber detikcom di kepolisian, Jum’at (1/5/2009).

Sejak kejadian itu, Nasrudin kerap kali mengancam akan membeberkan aibnya ke publik. Nasrudin kemudian memeras AA.

Lama kelamaan, AA merasa jengkel dengan sikap Nasrudin yang sering memerasnya. Akhirnya, AA bercerita kepada SH perihal tersebut.

“SH kemudian mempertemukan AA dengan Kombes W,” kata sumber.

Untuk mengeksekusi Nasrudin ini diperlukan biaya yang besar, sehingga akhirnya AA meminta bantuan dana kepada SH. SH kemudian memberikan dana sebesar Rp 5 miliar.

Kombes W lalu membantu mencarikan eksekutor melalui Je, seorang pengusaha kelautan. Je dijanjikan akan diberi upah sejumlah uang miliaran rupiah jika bisa membantu mencarikan eksekutor.

Je menyanggupi dan akhirnya bertemu dengan Ed. Ed dijanjikan akan
diberi upah Rp 500 juta bila bisa mencari orang yang berani menembak Nasrudin.

Ed lantas merekrut Hen dan Am serta Fran, warga Timor Leste yang pernah ikut perang. Mereka bertiga, termasuk Ed, berperan sebagai pem-back up
eksekutor.

“Hen, Am dan Fran mencari eksekutornya,” tutur sumber.

Lalu mereka bertemu dengan Dan (eksekutor) dan Her (joki motor). Keenam orang lapangan yang terdiri dari Ed, Fran, Hen, Am, Dan dan Her dibayar Rp 500 juta oleh Je.

“Setiap orang mendapat jatah sekitar Rp 70 juta. Namun, baru diberi Rp 25
juta,” kata sumber itu.

Setelah skenario dibuat, barulah tim lapangan mengincar Nasrudin. Tim
lapangan sudah mengincar Nasrudin selama 1 minggu sebelum ditembak.

“Mereka survei terlebih dahulu. Tanya-tanya sama caddy di Modernland
pulangnya Nasrudin jam berapa,” urainya.

Setelah mempelajari kegiatan Nasrudin, tim baru menentukan hari H-nya. Nasrudin akhirnya tewas ditembak pada 14 Maret 2009 sepulang dari main golf. Dari dua kali tembakan, satu tembakan meleset dan satu peluru bersarang di kepalanya hingga membuat Nasrudin tewas pada 15 Maret siang.

Rani Juliani, Gadis Manis di Antara Dua Pejabat
Masalah perempuan. Itulah isu yang santer terdengar dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Konon, pembunuhan berencana itu terjadi karena cinta segitiga antara wanita itu, Nasrudin dengan pejabat tinggi negara.

Siapa perempuan yang lekat di hati kedua pria yang telah berumur itu? Secantik apakah wanita yang jadi pemicu konflik direktur dan pejabat negara begitu? Itulah beberapa pertanyaan publik yang muncul. Publik tentu penasaran mengapa seorang pejabat tinggi negara sampai tega membunuh hanya gara-gara perempuan.

Sumber di kepolisian menyebut, gadis itu bernama Rani Juliani. Gadis berusia 22 tahun itu konon pernah menjadi caddy di Modernland, tempat biasa Nasrudin bermain golf. Sumber kepolisian kadang menyebut perempuan itu Tika, kadang inisial K.

Dari blog pribadi Rani di blogspot.com, Sabtu (2/5/2009), gadis berbintang cancer itu tercatat sebagai mahasiswi di STIMIK Raharja Tangerang. “Karena Raharja berfokus kepada bidang yang saya minati yaitu bidang komputer sehingga dalam mengembangkan minat saya menjadi mudah,” begitu tulis Rani dalam postingan berjudul ‘Mengapa Saya Memilih Perguruan Tinggi Raharja’.

Blog tersebut tidak terlalu aktif. Sejak dibuat pada November 2008, hanya ada dua tulisan yang ditulis gadis berambut panjang itu. Rani juga memajang fotonya yang sedang berpose di tengah padang rumput, diduga lapangan golf.

Dalam profilnya, Rani menulis ingin menjadi seorang wanita karir yang sukses dan mapan. Gadis kelahiran 1 Juli 1986 itu juga mengaku menyukai film-film James Bond.

“Saya seorang gadis yang manies menurut pengamatan orang-orang di sekeliling aku. Diriku lahir pada tanggal 01 Juli 1986, jangan lupa ngado yah. Aku anak ke 3 dari 4 saudara, tadinya mau bungsu, tapi bonyok gue doyan,” begitu tulisnya dalam ‘Mengenai Saya’.

Sejak nama Rani disebut-sebut, blog tersebut ramai dikunjungi pembaca. Itu terbukti dari banyaknya komentar yang ditinggalkan para pengunjung. Namun banyak pengunjung yang mencaci perempuan yang keberadaannya kini tak diketahui itu.KPK Jangan Lemah Hati Lanjutkan Investigasi KPU

Antasari Azhar (AA) dicekal terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Meski Antasari dicekal, KPK diminta tetap menindaklanjuti investigasi terhadap perangkat IT KPU.

“Kasus yang menimpa AA bukanlah kasus KPK. Jadi KPK tak perlu merasa terganggu. Mereka juga tidak perlu lemah hati,” kata Direktur Utama Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti, kepada detikcom, Sabtu (2/5/2009).

Ray berharap kejadian ini tidak lantas membebaskan KPU dari investigasi yang tengah dilakukan KPK. KPK sudah melakukan langkah tepat mengamankan proses demokrasi.

“Investigasi telah dilakukan KPK memang biasanya ada indikasi besar. Kita berharap agar investigasi IT KPU tak berhenti,” ujarnya.

Ray mengatakan, KPK seharusnya mengawal setiap ada indikasi penyalahgunaan
uang negara. Terlebih pengadaan IT KPU menggunakan dana yang tidak sedikit.

“Terlalu banyak uang negaramenjadi mubazir dalam pengadan IT KPU. Sama sekali tidak masuk akal, puluhan miliar uang negara untuk sesuatu yang sama
sekali tidak berguna,” tutur Ray.

Ray berharap KPK dapat menjernihkan awan gelap yang menutupi KPU, terutama terkait carut-marut tabulasi online KPU. “Kalau ini dibiarkan terjadi kesalahan kolektif bangsa ini,” kata dia.
Istri ke-3 Nasrudin Menghilang
Sejak kematian suaminya itu Rani tidak pernah berada di rumahnya di Panunggan, Tangerang.

Tewasnya Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnain hingga kini masih menuai misteri dan belum ada tersangka dalam kasus tersebut.

Pasalnya, di rumah Rani Juliani, wanita idaman lain atau istri yang dinikahi sirih korban terlihat sunyi karena gerbang dan pintu rumahnya terkunci rapat setelah diperiksa Polisi Polres Metro Tangerang.

Sejak kematian suaminya itu Rani yang merupakan wanita idaman lain direktur BUMN tersebut tidak pernah berada di rumahnya di Panunggan RT 01/04 Nomor 8, Kecamatan Pinang Kota Tangerang.

Menurut tetangganya Siti, Rani, wanita kelahiran 1981 itu bertemu dengan korban ketika dia bekerja di Golf Modernland sebagai kedy golf selama empat tahun.

Sebelumnya, warga sekitar rumah tidak menduga kalau Nasrudin Zulkarnain yang tewas tertembak pekan lalu itu adalah suami Rani. Sebab, warga mengaku mengenal korban dengan sebutan Zul yang setiap Minggu datang bertandang ke rumah Rani meski tak jelas kapan waktunya tuk berkunjung.

Sedangkan Hj Mulyani, tetangga Rani menuturkan, sejak kematian Nasrudin Minggu lalu, Rani dibawa ke Polres Metro Tangerang karena meskipun dia hanya wanita yang dinikahi sirih oleh korban tetap harus ikut diperiksa Polisi.

Namun, kata dia, sejak dimintai keterangan Polisi, Rani dan keluarga tak pernah nampak di rumahnya. Bahkan, pintu gerbangnya selalu terkunci dan lampu depan rumahnyapun terus menyala walau siang hari.

Sementara itu, Ketua RT setempat Sidik mengatakan pernikahan Rani dengan korban sama sekali tidak melibatkan dirinya dan tidak pernah dilaporkan. Namun, warga mengetahui kalau Rani sudah mempunyai suami. “Saya juga sudah diperiksa Polisi terkait tewasnya korban,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: