500an Diantaranya Orang Nias, Adakah Sesamanya Orang Nias di Jabodetabek ?

Kasihan Mahasiswa SETIA…..
Berbahagialah Anda jika pada malam hari Anda masih bisa tidur nyenyak tanpa gangguan basah karena hujan atau sengatan nyamuk hutan yang ganas. Berbahagialah Anda jika masih bisa menjalankan ibadah pada siang hari. Berbahagialah Anda jika masih bisa buang air besar ataupun kecil dengan tidak antri bak ular Karena semua ini sedang di alami oleh 500 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi SETIA di pengungsian mereka di Bumi Perkemahan Cibubur, 400 orang di Wisma Transito Jakarta TImur dan kurang lebih 450 orang di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Parahnya penderitaan ini sudah mereka alami selama 2,5 bulan lamanya.

Direktur STT SETIA Pdt. Dr. Matheus Mengentang, M.Th. kepada wartawan di Jakarta (6/10) mengatakan pihaknya sangat-sangat memprihatinkan keadaan anak didik mereka. “Bayangkan di Bumi Perkemahan ini kami tidur di atas tanah dan dibawah tenda sudah dua setengah bulan. Ini menyebabkan kurang lebih lima orang mahasiswi kami harus dilarikan ke rumah sakit karena sakit paru-paru. Sementara di Bekas Kantor Walikota Jakarta Barat ada tiga orang mahasiswa kami yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk sedot kotoran di dalam usus mereka karena menahan buang air selama berhari-hari. Mengapa? Karena ketika mereka ingin buang air mereka harus antri sebanyak kurang lebih 50 orang sebab fasilitas MCK di sana sangat minim. Di Wisma Transito kami juga sangat tertekan karena mahasiswa kami dilarang beribadah pada siang hari karena di sana ada mesjid. Padahal kita tahu bersama negara ini menjamin kemerdekaan setiap warga negara untuk beribadah menurut agamanya masing-masing.

Curahan hati Mangentang sangat beralasan karena setelah kasus pengusiran paksa Mahasiswa STT Setia dari kampus sah mereka di Kampung Pulo Kec Makasar Jakarta Timur sekarang ini praktis tidak ada lembaga atau organisasi termasuk pemerintah yang bersedia turun tangan membantu mereka. “ Sejak tanggal 21 September yang lalu Pemda DKI melalui Bapak Bambang dari Kesbang sudah menyatakan bahwa Pemda DKI angkat tangan dalam pembiayaan di Bumi Perkemahan Cibubur. Dia menyuruh kami untuk segera relokasi dan pindah ke bekas Kantor Walikota Jakarta Barat. Padahal di sana sudah ada kurang lebih 450 orang mahasiswa yang sangat memrihatinkan hidupnya karena persolan air bersih, MCK dan berbagai fasilitas lainnya. Nah jika kemudian ditambah lagi dengan 500 orang Mahasiswa dari Bumi Perkemahan Cibubur ini mau jadi apa kami di sana . Sebetulnya kami hanya mengharapkan agar Pemda atau aparat memfasilitasi kami dan menjaga keamanan kami untuk kembali ke kampus. Karena kampus itu adalah sah milik kami. Kami memiliki dokumen yang resmi. Sejak 21 tahun lalu kami sudah tinggal di sana . Mengapa kami harus terusir hanya karena kami ini Kristen?,” tegas Mangentang.

Mangentang kemudian membeberkan bahwa sebelum mereka diusir dari kampus mereka terlebih dulu dikata-katai dengan teriakan yang sangat menyesakkan. “Lewat pengeras suara dari Mesjid dekat kampus yang kami bantu pembangunannya dengan memberikan ratusan sak semen, puluhan truk pasir, besi, dan batu orang-orang itu mengusir kami dan mengatakan beragam kalimat yang tak pantas. Lalu ketika kami diusir paksa dengan kawalan polisi ada tujuh belas mahasiswa kami yang jadi korban mereka antara lain di siram dengan air panas, terkena lemparan batu, dibacok dengan clurit, ditikam dengan samurai, disiram dengan air keras di kepala, wajah dan leher, serta lebam-lebam karena dipukuli dan ditendang berkali-kali. Ini pelanggaran kemanusiaan yang sangat berat. Dan sangat kami sesalkan ini terjadi di Jakarta ibukota Republik Indonesia yang katanya negeri cinta damai dan yang mengalami kami orang Kristen, Mahasiswa Theologi SETIA yang berasal dari daerah yang mayoritas Kristen yakni dari Nias, Kalbar, Alor, Sumba, Mamasa, Atambua, dan Manado ,” kisah Mangentang sambil berurai air mata.

Beberapa isu yang beredar menyatakan sebelumnya pihak Yayasan Setia telah menerima dana milyaran untuk relokasi STT Setia namun ini dibantah Mangentang. “Tidak benar isu itu. Kami pihak rektorat maupun Yayasan yang sudah kami klarifikasi kebenarannya tidak pernah menerima uang itu. Isu itu sangat menyesatkan. Kami sudah cek kepada Almaharhum Ketua Yayasan sebelum beliau meninggal maupun pimpinan yayasan lainnya semua tidak pernah menerima uang,” tangkisnya.

Mangentang kemudian berharap agar semua pihak mendukung mereka kembali ke kampus mereka semula di Kampung Pulo Makasar Jakarta Timur. “Semua karena alasan kemanusiaan semata. Saya selaku Direktur tidak tega melihat penderitaan mahasiswa kami lebih lama lagi. Cukup sudah. Karena Pemerintah dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur bahkan Presiden sendiri telah memberikan pernyataan bahwa seusai lebaran kami boleh kembali lagi ke kampus kami. Nah sekarang sudah selesai lebaran jadi kami menagih janji itu,” katanya.

Kronologi Peristiwa Penyerangan terhadap Mahasiswa dan Kampus Sekolah Tinggi Theologi Injili Arastamar (SETIA) di Jakarta 25-27 Juli 2008

Mesjid Dijadikan Arena Provokasi
Waktu dan tanggal kejadian : JUMAT 25 Juli 2008
Pada hari Jumat 25 Juli 2008 jam 21.00 seorang mahasiswa Setia, Junius Koly berasal dari Alor NTT keluar dari Kampus Setia menuju ke Asrama Putra yang terletak di RT 04/RW 04 Kampung Pulo Pinang Ranti Makasar Jaktim. Ia berjalan kaki melintasi Gang Melinjo yang memisahkan Kampus Setia dan Asrama Putra. DI tengah jalan ia melihat seekor tikus melintas secara spontan ia mengambil sandal yang dipakainya dan melempar tikus itu. Sandal itu masuk secara tidak sengaja ke halaman rumah seorang warga yang ada di gang itu. Saat Junius akan mengambilnya tiba-tiba ia diteriaki maling. Sehingga dalam waktu singkat warga berkumpul dan menganiaya Junius. Akhirnya Junius diserahkan ke pihak kepolisian.

Pada hari Sabtu 26 Juli 2008 setelah diperiksa Junius tidak terbukti bersalah sehingga dikembalikan ke pihak STT SETIA. Jam 10 malam massa melempari asrama putra STT Setia lalu dari mesjid terdengar ajakan berjihad melawan Setia.
Hari Minggu 27 Juni 2008 Pukul 01.00 massa merusak dan menyerang asrama putri sambil berteriak Allahu Akbar, Allahu AKbar bahkan mereka mencoba membakar asrama tersebut. Penyerangan ini menyebabkan mahasiwi SETIA sangat ketakutan dan trauma mereka berteriak-teriak dan berlarian kesana kemari.

Selanjutnya pada Pukul 03.00 massa bergerak ke Kampus Utama SETIA dengan membawa beragam senjata tajam dan batu sambil berteriak-teriak bahwa mereka akan berjihad melawan Setia. Tapi saat itu pihak mahasiswa tidak melakukan perlawanan apa pun. Mereka bahkan mendoakan agar massa itu sadar akan kejahatan yang sedang mereka lakukan terhadap sesama dan agar mereka diberkati oelh Tuhan. Hingga pagi hari ribuan massa telah datang dan memblokir semua akses ke Kampus SETIA. Hal ini menyebabkan mahasiswa tersandera dan kelaparan. Pagi hari pihak kepolisian tampak bisa meredakan suasana dan mengendalikan massa .

Namun Pukul 21.30 dari arah mesjid terdengar lagi provokasi agar massa bersiap untuk berjihad. Sementara pihak polisi yang sudah tiba dilokasi sejak pagi itu tidak dapat berbuat apa-apa malahan menyuruh mahasiswa untuk waspada dan menghindari serangan.

Senin 28 Juli 2008 Pasukan Brimob dari Polda Metro Jaya bukannya menangkap para pelaku penyerangan dan provokator malahan memaksa Mahasiswi Setia untuk dievakuasi. Saat evakuasi terjadi mahasiswi dihujani dengan batu-batu besar sehingga membuat badan dan kepala mereka berdarah-darah sementara aparat polisi tidak menghardik penyerang atau mengusir mereka. Hal sama juga dialami para mahasiswa ketika mereka dievakuasi dari tempat kejadian itu. Mereka ditombak dengan bambu runcing, dipukuli, dibacok dan diclurit serta di siram dengan air keras. Hingga saat ini ada seorang mahasiswa Setia yang masih berada di rumah sakit dalam kondisi kritis karena kepalanya terkena siraman air keras.

Pada hari minggu itulah hingga dini hari pihak STT Setia terpaksa meninggalkan kampus mereka yang sudah didiami selama 21 tahun lamanya. Mereka terusir dari tanah dan bangunan yang sah yang mereka miliki. Mereka diejek, dihina, ditendang, dibacok hanya karena mereka Kristen. Mereka tidak lagi dianggap sebagai warga negara yang sah yang sama hak dan kedudukannya dimata hukum dan pemerintahan. (Seperti yang dituturkan Pdt Matheus Mangentang dan Pdt Edison Djama kepada Hendra Kasenda)

17 Korban STT Setia
(Mereka memilih mengalah dan membalas aniaya yang mereka alami dengan doa dan kepasrahan karena mereka adalah para Hamba Tuhan, Calon Pendeta dan Calon pendidik. Sebetulnya kalau mau mereka bisa saja mereka membalas tapi mereka memilih meniru apa yang Yesus katakan, “Jika ada yang menampar pipi kirimu berikanlah pipi kananmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”)
1. Ardian asal Sumba terkena siraman air keras di pundak kanan
2. Marthen Lalo asal Sumba terkena lemparan batu di pelipis kanan dan dipukuli di kepala bagian belakang
3. Gabriel Besi asal Atambua dibacok dengan clurit di bagian kepala dan kedua tangan
4. Jupiter asal Atambua ditikam dengan samurai di pundak dan ditikam dengan bambu runcing di perut
5. Lukas Asal Manado disiram dengan air keras di kepala, wajah dan leher
6. Yunus asal Alor disiram dengan air keras di leher, bahu, dan terkena lemparan batu
7. Ramaeli asal Nias luka di wajah dan kepala akibat lemparan batu
8. Disiplin asal Nias luka bakar di bahu karena terkena siraman air keras
9. Demaus asal Luwu Sulawesi luka kepala akibat lemparan batu
10. Henok asal Sumatra Utara Luka tusukan di leher akibat bambu runcing
11. Kristian asal Mamasa seluruh badan terkena siraman air keras
12. Alfred asal Kalbar luka-luka akibat lemparan batu
13. Gabriel Umbi asal NTT luka memar pada paha kiri akibat tendangan berkali-kali
14. Oktavianus asal Maluku luka di punggung akibat ditendang berkali-kali
15. Yohanes asal Sumba luka di kepala akibat pukulan benda keras
16. Daniel asal Sumba luka akibat pukulan kayu dan pecah bibir
17. Salmon asal Sulut luka di pelipis

SERUAN KEPADA SELURUH ANAK BANGSA
1. Pemerintah RI
Tolonglah lindungi dan jamin keselamatan dan keamanan seluruh warga masarakat Indonesia tanpa memandang agama, suku atau predikat apa pun.
2. Aparat Kepolisian
Tolonglah usut pelaku penganiyaan, penyerang dan provokator yang menyebabkan 1400 orang harus menderita selama berhari-hari. Tolonglah jangan takut dengan massa yang menggunakan atribut agama tertentu dan mengatasnamakan Allah untuk melakukan tindakan anarkis
3. Media Massa
Tolonglah menyampaikan pemberitaan dengan objektif sesuai dengan kenyataan di lapangan. Sebagai contoh kasus pada saat penyerangan itu seluruh Media Nasional hanya mengungkapkan bahwa peristiwa itu merupakan bentrokan kecil antara masyarakat dan mahasiswa SETIA. Padahal yang benar peristiwa itu merupakan penyerangan, penganiyaan, penyiksaan dan pengrusakan yang dengan sengaja dilakukan oleh massa beratribut agama ISLAM yang semesinya Rahmatan Lil Alamin.
4. Masyarakat Kristen
Tolonglah doakan Setia karena hingga hari ini kami masih dalam kondisi yang sangat memprihtinkan
5. Organisasi Kristen
Tolonglah lebih aktif membela umat dan bersuara dengan nyaring menjadi corong yang menggaungkan kelangsungan hidup damai, pelakuan yang adil dan hidup penuh cinta kasih sesama anak bangsa
6. Masyarakat Kampung Pulo yang Menolak Setia
Tolonglah bermurah hati memberikan kesempatan bagi SETIA untuk mempersiapkan kampus baru di tempat lain namun sekarang ini izinkan SETIA kembali beraktifitas dulu sambil menunggu kampus baru selesai dibangun
7. Seluruh anak bangsa
Marilah kita bergandeng tangan bersama membangun bangsa ini. SETIA telah turut membangun bangsa dengan menyediakan pendidikan bagi para guru agama agar anak-anak Indonesia beraklak baik di masa depan. Marilah buang kebencian dan kenakanlah cinta kasih diantara kita sesame anak bangsa.

Ke Modertor dikirim oleh Bernad Dakhi
Pengirim: Hendra K. email : hendra_k2000@ yahoo.com

18 Tanggapan

  1. Kemiskinan keluargakulah membuatku bertahan,
    Seandainya bisa mandiri untuk kuliah,
    Akan kuhindari yang kualami kini.
    Melayani Tuhan tidak mesti begini.
    Banyak STT tempat menempa diri.
    Kalau tak miskin tak akan begini.

    Semoga Tuhan selalu menguatkan kami.
    Salam dalam nama Tuhan Yesus
    mhswi STT SETIA

  2. Orang Nias di Jakarta memang terkenal dengan Keangkuhan, kesombongan, kemunafikan. dari dulu belum juga hilang-hilang sampai generasi yang ada sekarang, dimana para laki-laki mbanuada ba Jakarta.

    Milawa bale ndra niha sowoho da’o, coba kalau di Medan itu terjadi akan kami libas itu orang. atau perlu kita bawa mbanuada siso ba medan pergi ke jakarta, kami hanya minta uang makan saja selama di jakarta. kami akan tidur di kakilima atau dimana saja. Target kita akan kita masuk ke kampus SETIA apapun yang terjadi, mhsiwa harus kembali ke kampusnya !

    kalau ada informasi dari jakarta akan kami tunggu.
    Nias – pasar sambu – Medan

  3. Yaahowu mbanuada siso ba Medan, saya sangat setuju komentarmu, memang banuada siso ba pulau jawa no tobali ira simane niha simanga tahu tempe. No lafake prinsip siapa lu siapa gua.

    Saya sangat kasihan dan menangis membaca derita mahasiswa/i STT SETIA apalagi meluo no ba oroma ira ba tv ha bapak Arisman Zagoto ni’ilama zi terjun langsung meluo no kemana semua orang-orang Nias yang sok-sok mau jadi bupai dan wabupai Nias dan Nias Selatan meluo no, anggota DPR dan caleg-caleg. semua egois hanya ngomong saja kerja mereka.

    Semoga Tuhan menguatkan mhsiswa SETIA.
    Imanuel

  4. Kasihan sekali ya lebih banyak perempuan lagi. Mungkin kalau laki-lakinya banyak akan lain ceritanya mereka tak bisa semena-mena.

    Tuhan Yesus akan menyertai kalian mahasiawa SETIA

    Noach – Kupang

  5. Iya kasihan sekali mahasiswa/i STT SETIA. Heran juga ada banyak orang Nias di Jakarta tapi kepedulian mereka tak ada.

    Saya hanya berdoa dari jauh semoga Tuhan memberikan jalan keluar dalam waktu tidak terlalu lama.

    GBU

    Marthin Waruwu – Kalbar

  6. Perkuatlah iman kepada Tuhan dan hanya kepadanya sajalah kita berharap dan harapan kita kepadaNya tak akan sia-sia. Jangan banyak berharap kepada manusia karena akan membawa kepada kekecewaan.

    Shalom

  7. halo orang Jakarta kemana kalian semua, dimana kepedulian kalian ? dimana kalian yang sering datang kenias dan berkata mau membantu Nias.

    Mahasiswa STT SETIA di depan mata, apa tidak kelihatan !
    Mana para caleg, mantan cabu dan cawabu, para sarjana, pengusaha, rohaniawan ? mana ? mana ? dan mana ?

    Atau semua hanya Omong kosong, hanya untuk mementingkan diri sendiri.

  8. Berikut ini ada sedikit update dari Pengurus Yayasan STT Setia yang saya terima 13 Oktober 2008 :
    Thanks untuk concernnya atas STT Setia, yang memang sampai hari ini masih mengungsi secara mengenaskan.

    Apa yang ditulis dalam laporan dibawah ini adalah benar adanya, yaitu masih di tiga lokasi yang berbeda dan kami pihak Yayasan sedang mencari tempat yang permanen untuk dapat dibagun sebagai kampus yang permanen yang kami harapkan dapat diberikan izin oleh Pemda DKI sesuai janji mereka kepada kami selama ini. Kami sedan menggumuli satu bidang tanah sebesar 1,2 Ha di daerah depok bagian Kristen (karena kalau tidak demikian, kami kuatir akan diserang lagi dikemudian hari walau kami
    sudha punya izin lengkap semuanya selama ini yang di Kampung Pulo pun masih bisa diserang dan diusir). di Depok ada bagian Kristennya yang wilayahkristennya cukup besar dan ada tanah yang mau dijual, cuman mintaya cukup tinggi yaitu sebesar Rp. 1,2 juta /m2. Kami sedang negosiasi dengan pemiliknya jika bisa kami dapatkan di harga dibawah Rp. 1 juta/m2. Lalu akan
    kami bangun kampus permanen untuk program S1 dan S2 di Jakarta dna kami tetapi akan merelokasi program pendidikan guru guru Kristen maupun perawat
    Kristen (dengan itu kami mengabarkan Injil) ke daerah di Pontianak dan mereka hanya jika lulus saja sebelumnya akan ujian di Jakarta nantinya, itu rencana kami.

    Saat ini memang kondisinya masih mengenaskan dan di Jakarta Barat memang belum ada MCK yang memamdai, Pemda DKI berjanji mau bangunkan, tapi tidak keluar keluar juga dananya dan kami pihak Yayasan akhirnya memutuskan untuk membangun dengan dana sendiri tapi kena libur lebaran jadi belum selesai dan diharapkan akan selesai akhir minggu ini dan mudah mudahan setelah selesai mereka yang di Cibubur bisa dipindahkan ke Jakarta Barat, walau kami hanya bisa pakai sampai Juni 2009 saja, karena tanah itupun masih dalam sengketa antar Pemda dengan pihak lainnya.

    Apa yang diisuekan tentang adanya penerimaan uang dari Pemda dan sebagainya hanyalah fitnah belaka, karena Yayasan amat sangat komit dengan pekerjaan Tuhan melalui SETIA ini, kami frustasi dan tidak mengerti bagaiman negara yang masih memakai Pancasila sebagai dasar negara sudah bisa melakukan pembedaan hak warga negara seperti ini, aplagi jika dasar negara berubah nantinya, bagaimana dengan nasib minoritas seperti kita semuanya ini??!

    Kami menghimbau seluruh anak anak Tuhan bersatu padu dalam pelayanan SETIA ini, karena pelayanan yang dirusak demikian adalah pelayanan yang menurut iblis sebagai ancaman, jika tidak tentunya akan dibiarkan saja, dan SETIA sudah melayani lebih dari 148,000 jemaat saat ini dari Sabang sampai Merauke dengan lebih dari 5,000 hamba Tuhan yang aktif melayani diseluruh pedesaan
    pedesan di seluruh Indonesia. Tolong doakan seluruh kebutuhan pelayanan Tuhan di SETIA, seluruh kebutuhan dananya serta kebutuhan tempat dan semangat yang tidak luntur walau oleh berbagai cobaan dan ujian supaya kami
    semuanya tetap setia dalam pelayanan kepada Tuhan ini sampai Yesus datang
    untuk kedua kalinya.

    Terima kasih atas seluruh dukungan doa, dana maupun seluruh apa pun kepada kami selama ini, kiranya Tuhan akan melimpahkan berkat dan rahmat atas
    kalian semuanya.

    May God bless you all.

    In Him,
    David Simbar.

  9. Syukurlah bahwa yayasan STT Setia masih tetap berjuang dalam misi pendidikan agama/pelayanan kristen.

    semoga Tuhan memberkati.

  10. Yaahowu, saya sangat prihatin mebaca keadaan mahasiswa/i STT SETIA yang saya tahu ada banyak orang Nias yang tinggal di Jakarta yang juga sedang hangat-hangatnya menjadi caleg tetapi apakah mereka tak mau tau dengan keadaan begini ?

    ada Yasona Laoli, Ama Yorint Laoli, Firman Jaya Daeli, Arisman Zagoto, Ikhtiar Ndruru, Ivolala ndruru, Idealisman Dakhi, Otniel Waruwu, esther telaumbanua, Valentinus Gulo, ebenezer hia dll mereka ini kan caleg-caleg yang ingin dukungan masyarakat Nias. Kalau mereka tak peduli dengan mhswa STT SETIA saja bagaimana mereka peduli dengan Nias kelak. REKOMONDASI JANGAN DIPILIH MEREKA !

  11. setuju banget Nur kita himbau masyarakat Nias di seluruh dunia. JANGAN MEMILIH CALEG YANG DARI JAKARTA SEKITARNYA. semua egois, sombong dan sok-sok kaya padahal ada orang nias yang susah tidur, makan didepan mata mereka di jakarta tapi tak mau peduli.

    si esther telaumbanua sok dekat dengan miranda gulatomat mana rasa peduli kau sama mahasiswa SETIA. dasar…

  12. saya sangat sedih membaca cerita yang di alami oleh mahasiswa STT SETIA.aku juga sangat ingin sekali membalas orang2yang sdh merusak kampus tersebut
    aku sangat ikut prihatin pada kakak,dan abang2aku yang kul di STT,klu dapat y jangan hnya orang nias kita aja bergerak dalam hal seperti tapi semua UMAT KRISTIANI yang ada di indonesia ini,dimana pun dia berada dia harus mendukung mahasiswa kita untuk kembali ke kampus merek,seandai saya salah satu anggota DEWAN(DPR RI)saya akan selasai kan kasus ini secara hukum,aku heran jg kpd orang2kristen yg anggota dewan knp g ikut menyelesai kan kasus ini,aku slalu berdoa untuk mahasiswa kita di jakarta.saya dr pdg smk9.jrasn restoran.saya sangat sedih membaca derita mahasiswa kita,ingat merka memang suka yang memberontak.di agama mereka mungkin ini g apa2.maklum istri nabi mereka aja berapa?hitunk aja y……..,

  13. Saya hanya berdoa semoga saudara/i mahasiswa STT Setia, setia kepada Tuhan dan mengandalkan kekuatan dariNya.

    Memperbanyak doa dan puasa.
    GBU

  14. Kasihan sekali para calon pendeta kenapa mereka harus mengalami kondisi yang seperti itu.

    Tetap sabar dan kuat dalam Tuhan

    Syalom
    Tuhan memberkati

    Arni – Padang

  15. aku setuju komentar #ducan ducan JANGAN PILIH DI NIAS CALEG YG ADA DI JAKARTA. mereka tak punya kepedulian.

  16. thanks.. bngt bwt warga kampung pulo … kalian tidak tahu berterima kasih kalau selama ada STT SETIA banyak membantu kalian dari segi perekonomian, n thanks bwt pemilik warung depan asrama putra yg baru. kalian penjilat yang tidak tau berterima kasih.

    mantan mahasiswa SETIA

  17. Salam buat Nius kolly, Simba, Ciko, Prinz, yupiter, n smua ank2 STT SETIA ‘ maju terus dalam pelayanan … hidup sungguh2 dlm Tuhan. TUHAN PUNYA RENCANA INDAH DIBALIK SEMUA ITU’ n satu hal jgn ad lagi bentrok antr suku,krn kita semua b’saudara di dalam TuhanYesus

    dari: juan atas nama my brother’s rando, dejan, adi, simba, thomas baros, mecky adoe, jack ukat.

  18. salam buat saudara nias di jakarta, tetap yg tabah dan berdoa terus, memang negara ini tidak mendapatkan kedaulatannya lagi karena yg bisa mendapatkan kedaulatan hanya org yg punya duit dan yg mayoritas saja. selain itu, saudara/i jg jgn sombong disana tetap dlm pelayanan…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: