Akibat tanah bergeser, 10 rumah di Idanogawo rusak

GUNUNGSITOLI – Diguyur hujan deras hampir satu hari pada, Jumat (16/9) menyebabkan tanah di beberapa lokasi di Desa Tuhewaebu, Kec. Idanogawo, Nias bergeser atau patah.
Kejadian ini terjadi sekira pukul 16:00, akibatnya sebanyak 10 rumah warga mengalami rusak total. 15 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa 79 orang terpaksa mengungsi atau menumpang sementara di rumah warga lainya yang belum rusak.

Bergesernya tanah itu diduga karena tanah yang labil sehingga rumah-rumah warga yang rata-rata berada sekitar 20 meter dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Idanogawo mengalami rusak dan tidak bisa dihuni lagi.

Selain rumah warga, fasilitas umum lainnya seperti jalan aspal di daerah itu mengalami patah dan anjlok sedalam 30 cm hingga 2 meter. Pondok-pondok untuk tempat berjualan warga saat hari pekan ikut mengalami kerusakan. Kerugian lainnya seperti tanaman atau kebun warga diperkirakan seluas 25 hektare bertumbangan akibat patahan tanah yang terjadi.

Pantauan wartawan di lokasi terlihat rumah warga baik yang permanen, semi permanen maupun yang terbuat dari papan pada umumnya mengalami rusak karena tanah pertapakan rumah mereka terkena patahan tanah yang cukup parah.

Menurut warga kejadian serupa beberapa waktu yang lalu juga terjadi di Desa Lawa-Lawa Luo, Kec. Ulugawo yang berbatasan dengan Desa Tuhewaebu. Akibat tanah yang bergeser di Desa Lawa-Lawa Luo itu fasilitas umum seperti gedung SD Negeri 097694 Hiliweto Gela, Pustu dan rumah ibadah mengalami kerusakan.

Menyikapi bencana alam yang menimpa warga di Desa Tuhewaebu itu, Pemkab Nias, Sabtu (27/9) langsung turun ke lokasi sekaligus menyalurkan bantuan.

Bupati Nias diwakili Plt. Sekda Kab. Nias, Marthinus Lase, SH didampingi Kabag Sosial, Kasihriang Telaumbanua beserta Muspika Kec. Idanogawo meninjau rumah-rumah warga maupun fasilitas umum yang rusak. Pada kesempatan itu Marthinus Lase menyerahkan bantuan perdana dari Pemkab Nias kepada warga berupa tenda, beras, air mineral, mi instan dan tikar.

Plt. Sekda Nias, Marthinus Lase, SH menanggapi laporan dari Camat, Kades dan warga atas bencana itu mengatakan, untuk penanganan selanjutnya pihaknya akan menyampaikannya kepada Bupati Nias termasuk untuk pengendalian Sungai Idanogawo.

Pada kesempatan itu Marthinus Lase mengimbau warga untuk tidak lagi membangun rumahnya di sekitar daerah aliran sungai untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Selain menyerahkan bantuan, Plt Sekda Nias, Marthinus Lase, SH juga langsung memberikan petunjuk untuk membentuk Posko Kesehatan dengan berkoordinasi dengan Satlak Kab. Nias.

3 Tanggapan

  1. Makanya jangan tinggal dipinggir sungai, agak-agak jauh sikit dari airnya.

    Pemerintah Nias itu apa saja kerjanya atau hanya memikirkan korupsi. tega sekali mengkorupsi rakyat nias yang bodoh-bodoh ini. Kalau saya orang yang mengurusnya pasti bereslah bukan seperti bupati sekarang di Nias Selatan tak tau apa-apa yang mau dikerjakannya.

    Seorang pemimpin itu harus berpendidikan.

    Drs. ölözotuho Harita, S.Sos, M.Si

  2. Ya Harita lagi ngomong besar aja kerjamu, bertobatlah dari tinggi hatimu itu !

  3. gimana g mau tinggal disana.tempat mereka g ada lagi selian itu
    mereka g pnya tanah selain itu….klu emang saudara pnya hati dan pnya perasaan tempatkan lah mereka ditempat yang layak
    jangan hanya suara aja yang besar……..you know

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: