Mimpi jadi anggota DPRD Nias…dan sudah daftar !

Mimpi jadi anggota DPRD lagi melanda masyarakat Nias, lihat saja banyaknya pemuda, orang tua pria maupun wanita mengadu nasib menjadi calon legislative DPRD Kabupaten Nias. Dibanding periode sebelumnya Pemilu 2009 jumlah partai lebih banyak buanyak (katanya 38 partai)otomatis jumlah caleg juga bertambah, dari sisi positip mungkin kita bisa berkata tidak kenapa-kenapa juga kalau banyak calon legislative itu toh hak masing-masing…usil amat ngurusin orang lain……. betul nggak ?. Yah….sedikit kritis bolehlah soalnya saya menangkap fenomena yang unik dari pencalekan kali ini jangan-jangan efek pasca Pemilu lebih hebat dari Pemilunya sendiri….sure….. ini murni dikaji dari prespektif saya.

Pertama :

Fakta bahwa sekalipun jumlah partai bertambah banyak, jumlah caleg bertambah banyak jumlah kursi yang kosong di DPRD Kabupaten Nias tetap 40, artinya jumlah yang kalah lebih banyak dari sebelumnya potensi orang yang akan stress akan bertambah besar. Sudah bukan rahasia lagi biaya sosialisasi seorang calon anggota DPRD tidak kecil semakin dan nilainya semakin besar lagi bila nomor urutnya semakin kecil.

Kira-kira gambarannya sebagai berikut : bila partai yang masuk ke Nias ada 20 dan rata-rata caleg DPRD nya 8 orang setiap Dapem dan Jumlag Daerah Pemilihan ada 6 maka jumlah caleg kira-kira ada 20 x 8 x 6 = 960 orang peluang kasarnya kira-kira 40/960 = 0.041/kursi.

Fenomena unik yang saya baca dilapangan masyarakat berpikir bahwa dengan banyak partai baru peluang untuk menjadi anggota legislatif makin besar pada hal seharusnya semakin banyak partai ruang semakin sesak peluang semakin kecil.

Kedua

Saya melihat sebelum ini kehidupan partai yang eksis di daerah Nias seperti mati suri baru hidup kembali setelah mendekati pemilu ini dan sisanya ya partai-partai baru yang mandatnya mandatnya mungkin baru diambil dari DPP partai beberapa bulan belakangan. Bisa anda bayangkan persiapan politik apa yang bisa dan sudah dilakukan pada sisa waktu yang ada. Jangan-jangan ada caleg yang tidak mengetahui platform partainya sendiri. Visi dan misi, program dan strategi..dsb ditunda dulu yang penting masuk dalam daftar calon legislative.

Ketiga

Ada kesan bahwa DPRD itu pusatnya kekuasaan dan gudangnya uang, cara cepat untuk menjadi kaya ya…sudah pasti “jadilah anggota dewan”. Gaji anggota DPRD mungkin memang lebih besar dari gaji pekerjaan lain tetapi pastinya tugas dan tanggung jawabnya lebih berat dan membutuhkan kapasitas yang cukup. Bisa anda bayangkan kalau seseorang yang tadinya bekerja manjadi penyadap karet dan ijazah SMAnya maaf “paket C “ mengadu nasib menjadi anggota legislative….memang hak yang bersangkutan tetapi bagaimana dengan kapasitas yang dimiliki ?, itulah fenomena yang terjadi daftar caleg legislative kali ini banyak dihuni oleh orang-orang yang sebetulnya tidak memiliki kapasitas yang pas (‘bukan bodoh’) menjadi anggota DPRD bagaimana nantinya bisa mengkritisi penyusunan APBD Kabupaten Nias……

Keempat

Yang menarik ada juga beberapa orang yang mendaftar menjadi caleg sebetulnya adalah orang-orang yang sudah memilik pekerjaan dan usaha sendiri yang mapan dan jauh dari dunia politik. Tetapi toh ikutan mengadu nasib juga untuk menjadi caleg ……pengabdian atau ekspansi kekuasaan dan kekuatan ?.

Kelima

Biaya untuk menjadi caleg itu tidak murah, biaya untuk nomor urut, sosialisasi, accessories, transportasi, pendirian cabang, kampanye dan saksi kita bicara tentang angka puluhan dan ratusan juta. Harap-harap dana tersebut murni tabungan caleg yang bersangkutan, kalau kalah paling-paling bangkrut, bila menang mudah-mudahan DPRD memang basah jadi bisa kembali modal bila tidak habis pemilu banyak utang, capek, malu .. lalu mau ngapain ?

Tulisan ini jujur tetap memegang azas positip thingking, semoga membekali kawan-kawan, rekan-rekan, saudara-saudara, paman, abang, adik, bapak,ibu, ama dan ina untuk menimbang-nimbang apabila mau melangkah ke kancah politik praktif. Tentunya tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan…semoga doa restu saya dan kepercayaan masyarakat nias menjatuhkan pilihan kepada anda tidak sia-sia, Nias Jaya !.

Oleh : Yulianus Zega

5 Tanggapan

  1. Tak apalah, silahkan saja iseng-iseng ngecaleg tapi kalau anda estimasi peluang anda tipis biarkan saja begitu, anda jangan keluarkan duit anda…hehehe itung-itung sebagai reklame promosi diri…..asyik kan.

  2. Di Nias Induk ada 40 kursi anggota DPRD II di Nias Selatan ada 30 kursi di DPRD I Sumut ada 5 kursi dan DPR RI ada 3 kursilah jatah orang Nias.

    Maka ada 78 kursi anggota legislatif yang terbuka buat orang Nias.

    Selamat berkompetisi

    ölözotuho

  3. Yang jatah DPRDSU dan DPR RI kalau bisa dipilih yang baik dan pro rakyat, Pak Arisman Zagoto cocok bagus itu, saya lihat waktu kasus anak-anak STT Setia Jakarta dan juga anggaran ada yang diusahakannya diarahkan ke Nias seperti utk membangun Balai Latihan Kerja (BLK).

    pak Arisman pantas utk DPR RI

  4. Yaahowu !!!
    Kepada para CALEG DPR RI,DPRDSU dan DPRD NIAS,yang nantinya terpilih tolong apirasi masyarakat kecil diperjuangkan ya!!!
    Jangan cuma diam aja pada saat sidang sedang berlangsung,kalau bisa dianggarakan setiap bulan kunjungi daerah masing-masing,agar masyarakat kecil dan kurang mampu tau bahwa kalian para Wakil Rakyat sangat peduli pada pada mereka.
    Maju terus TANO NIHA

  5. Atulo da’o John. Hana lo ocalonko ndra”ugo jadi caleg, simane ni kese-kesenida ba Gang Saleh mesane?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: